Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sering kali terabaikan oleh hal sederhana seperti posisi tangan pada lingkar kemudi. Kebiasaan mengemudikan kendaraan hanya dengan satu tangan masih sangat marak ditemukan di jalan raya.
Gaya menyetir ini memang terkesan santai dan memberikan rasa nyaman saat perjalanan jauh. Namun kebiasaan buruk tersebut memikat bahaya besar karena memangkas kontrol penuh pengemudi terhadap kendali kendaraan.
– Advertisement –
1. Mengurangi refleks dan kendali penuh saat situasi darurat

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Noah Gremmert)
Mengemudi dengan satu tangan sangat membatasi jangkauan sudut putar lingkar kemudi dalam waktu singkat. Saat kendaraan mendadak kehilangan traksi atau harus menghindari rintangan tak terduga, pergerakan kemudi menjadi jauh lebih lambat dan terbatas.
Respon refleks pengemudi untuk mengoreksi arah mobil menjadi tidak optimal dalam situasi kritis. Kehilangan momen berharga beberapa detik saja sudah cukup untuk memicu kecelakaan parah yang sebenarnya bisa dihindari.
2. Memperbesar risiko cedera parah akibat benturan airbag

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Reed Geiger)
Sistem keselamatan modern seperti kantong udara dirancang untuk mengembang dengan kecepatan sangat tinggi saat terjadi benturan keras. Posisi tangan yang menyilang atau berada di tengah setir akan berada tepat di jalur ledakan sistem keselamatan tersebut.
Tekanan kuat dari kantong udara dapat menghantam tangan dan menghempaskannya keras ke arah wajah atau dada pengemudi. Kondisi ini berisiko tinggi memicu patah tulang tangan hingga cedera kepala yang fatal.
3. Memicu kelelahan otot dan menurunkan konsentrasi berkendara

Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik)
Memegang setir menggunakan satu tangan membuat distribusi beban tubuh menjadi tidak seimbang saat duduk di kursi pengemudi. Beban kerja otot bahu dan tulang belakang akan bertumpu secara tidak merata pada satu sisi tubuh saja.
Postur tubuh yang miring ini akan mempercepat rasa lelah pada area leher dan punggung bawah selama perjalanan. Kelelahan fisik yang datang lebih cepat secara otomatis akan menurunkan tingkat kewaspadaan serta konsentrasi saat mengamati situasi jalan raya.

Leave a Reply