Kondisi mesin yang tiba-tiba bergetar dengan sangat keras saat kendaraan berhenti di lampu merah atau dalam posisi diam tentu memicu kekhawatiran. Getaran yang tidak biasa ini sering kali dibarengi dengan suara putaran mesin yang pincang dan tidak berirama stabil seperti biasanya.
Fenomena gangguan teknis ini dikenal dalam dunia otomotif dengan istilah misfire atau kegagalan proses pembakaran di dalam ruang silinder. Kejadian ini menandakan adanya salah satu atau lebih silinder mesin yang gagal memicu ledakan tenaga akibat tidak terpenuhinya syarat pembakaran secara sempurna.
1. Penyebab kegagalan pembakaran akibat kondisi busi yang sudah mati

ilustrasi busi (image by Gemini)
Busi merupakan komponen kecil yang memiliki tugas sangat vital untuk memercikkan api di dalam ruang bakar guna membakar campuran bensin dan udara. Seiring dengan tingginya jam kerja mesin kendaraan, bagian ujung elektroda busi lambat laun akan mengalami pengikisan fisik dan penumpukan kerak karbon. Ketika celah elektroda sudah terlalu renggang atau tertutup jelaga hitam, percikan api yang dihasilkan akan menjadi sangat lemah atau bahkan hilang sama sekali.
Ketiadaan percikan api yang membakar material di dalam salah satu silinder membuat piston di area tersebut hanya bergerak naik turun tanpa menghasilkan tenaga dorong. Ketidakseimbangan produksi tenaga antar-silinder inilah yang memicu munculnya guncangan bodi yang sangat hebat saat mesin berada dalam putaran rendah atau stationer. Jika kondisi fisik busi yang sekarat ini dibiarkan tanpa adanya tindakan peremajaan, maka silinder yang mati akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi jauh lebih boros.
2. Kerusakan pada koil pengapian sebagai penyuplai tegangan tinggi

ilustrasi koil mobil (suzuki.co.id)
Selain faktor busi, komponen lain yang menjadi aktor utama di balik terjadinya kegagalan pembakaran adalah ignition coil atau koil pengapian. Komponen ini berfungsi mengubah tegangan listrik rendah dari aki mobil yang hanya belasan volt menjadi tegangan tinggi mencapai puluhan ribu volt. Tegangan raksasa dari koil inilah yang kemudian disalurkan menuju busi agar mampu menciptakan loncatan api yang kuat di dalam silinder.
Kerusakan pada selongsong koil seperti adanya keretakan isolator dapat menyebabkan kebocoran arus listrik ke bodi mesin sebelum mencapai ujung busi. Akibat dari kebocoran arus tersebut, pasokan daya listrik ke busi menjadi terputus-putus sehingga memicu gejala mesin pincang secara mendadak saat mobil sedang dikendarai. Karakteristik kerusakan koil ini sering kali terasa semakin parah ketika mesin mobil sudah mencapai suhu kerja yang panas.
3. Dampak buruk jangka panjang dan penanganan darurat di bengkel

ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)
Mengabaikan kondisi mesin yang pincang dan terus memaksanya untuk berjalan dapat memicu efek domino kerusakan pada komponen lain yang lebih mahal. Bensin mentah yang gagal terbakar di dalam silinder yang mati akan terdorong keluar menuju saluran pembuangan dan berisiko merusak komponen penyaring emisi. Selain itu, bensin mentah tersebut juga dapat menyusup ke bawah bak oli dan merusak kekentalan pelumas mesin secara keseluruhan.
Langkah penanganan yang paling tepat ketika mendeteksi gejala ini adalah dengan melakukan pemindaian menggunakan alat diagnosis elektronik di bengkel kepercayaan. Melalui alat pembaca kode kesalahan tersebut, mekanik dapat dengan mudah mengetahui titik silinder nomor berapa yang mengalami kegagalan fungsi. Penggantian komponen busi yang aus atau koil pengapian yang lemah secara tepat waktu akan mengembalikan kehalusan putaran mesin dan menjaga keselamatan perjalanan.

Leave a Reply