Krisis pasokan minyak dunia karena perang di Timur Tengah membuat banyak negara melakukan efisiensi besar-besaran. Harga bahan bakar minyak (BBM) terkerek naik.
Bagi Anda yang harus setiap hari berkendara karena tuntutan pekerjaan, mengemudi yang efisien menjadi kebutuhan agar bisa menghemat konsumsi BBM di kendaraan.
Menurut pebalap Rifat Sungkar, strategi menghemat BBM di kendaraan bukan hanya soal jenis kendaraan saja, melainkan juga bagaimana cara merawat mesin dan gaya berkendara.
Rifat membagikan beberapa kiat sederhana menghemat BBM di kendaraan yang kunci utama efisiensi ada pada dua hal, yakni kondisi kendaraan dan perilaku berkendara seperti disampaikan dalam wawancara dengan media di Jakarta, Rabu, 1 April 2026:
Pastikan Kinerja Mesin Optimal
Rifat mengatakan, performa mesin itu sangat menentukan bagaimana konsumsi BBM, apakah boros atau tidak. Menurut dia, mesin yang sehat akan bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang sudah tidak optimal.
“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” kata Rifat.
Untuk menjaga performa mobil, Rifat menyarankan pengendara agar menggunakan pelumas yang tepat, melakukan servis injektor secara berkala, memastikan fuel filter dalam kondisi bersih dan menjaga sistem pengapian, termasuk busi.
“Mobil modern itu walau sudah canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” ujarnya Rifat yang pernah meraih 8 kali juara rally nasional ini.
Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain kondisi mesin, faktor terbesar kedua adalah perilaku pengemudi. Rifat menilai gaya berkendara agresif menjadi penyebab utama konsumsi BBM menjadi boros.
“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” kata dia.
Ia sangat menganjurkan agar konsumsi BBM bisa lebih efisien dan hemat maka gaya berkendara secara halus dan mengalir (flowing) saat menginjak pedal gas menjadi sangat diperlukan.
Dia juga menyarankan agar tetap menjaga jarak aman berkendara saat mengemudi.

Leave a Reply